Liputan6com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris akan memasok gas ke kilang mini LNG pertama di Indonesia. Kilang mini tersebut dioperatori oleh PT Kayan LNG Nusantara.Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief S. Handoko mengatakan, komitmen pasokan LNGditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).
SURABAYA KOMPAS — PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris melaksanakan perjanjian jual-beli gas dengan PT Kayan LNG Nusantara, Rabu (20/5/2020). Kedua perusahaan itu akan menyuplai kebutuhan gas untuk kilang mini LNG pertama di Indonesia di Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
PTKAYAN LNG NUSANTARA Apr 2021 - Jun 2022 1 tahun 3 bulan. Indonesia Piping Engineer pt cahaya turangga sakti Sep 2019 - Nov 2019 3 bulan. Indonesia Piping Supervisor PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Feb 2018 - Jun 2018 5 bulan. cilegon Piping Supervisor
Fast Money. Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ternyata baru saja memiliki Kilang Gas Alam Cair Liquefied Natural Gas/ LNG skala kecil pertama. Kilang mini LNG ini berlokasi di Tanjung Keramat, Desa Tanah Merah Barat, Kecamatan Tanah Lia, Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan infrastruktur yang dibangun PT Kayan LNG Nusantara ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Laode Sulaeman, serta pihak terkait lainnya, pada akhir April mini LNG tersebut akan memproduksi gas yang diproduksi oleh JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris dengan volume harian 22 juta kaki kubik per hari MMSCFD. Produksi LNG Kayan akan disimpan dalam tabung isotank 40 feet dan dikirimkan/dikapalkan kepada konsumen di pasar domestik dan ekspor. "Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun menunggu kilang LNG swasta dapat berproduksi dan menghasilkan pendapatan tambahan di sektor migas bagi Indonesia. Pembangunan kilang ini bagi saya cukup menantang karena selain nilai investasinya besar, lokasinya pun cukup terpencil," ungkap Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin, dikutip dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Migas, Senin 08/05/2023.Gubernur Zainal berharap penduduk sekitar dapat merasakan dampak positif dari hadirnya kilang LNG tersebut, misalnya perbaikan dalam sektor perekonomian dan Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Laode Sulaeman mengapresiasi pengoperasian kilang mini LNG pertama di Indonesia ini karena moda teknologi tersebut memungkinkan LNG dikirim ke pulau-pulau kecil di masa silam, lanjut Laode, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor LNG terbesar di dunia, di mana lapangan migas yang memproduksinya merupakan lapangan besar dengan kapasitas produksi 500 sisi lain, Indonesia juga memiliki sumber-sumber gas yang tergolong kecil, namun tidak dapat ditransportasikan karena belum tersedianya infrastruktur."Pengiriman LNG dulu juga hanya bisa ditransportasikan dengan kapal-kapal besar, sehingga untuk pengiriman ke pulau-pulau kecil tidak dapat dilakukan. Dengan teknologi yang menggunakan isotank ini, LNG bisa dikirimkan ke pulau-pulau kecil, ke pembangkit-pembangkit listrik kecil dan menjadi salah satu solusi ke depan," tersebut juga diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pembangunan kilang mini LNG lainnya di masa Utama PT Kayan LNG Nusantara Antony Lesmana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pembangunan kilang mini LNG senilai Rp 2 triliun ini dan mengharapkan kerja sama selama masa investasi kurang lebih 20 tahun ke memproduksi LNG, PT Kayan juga memproduksi LPG dan kondensat di mana seluruh produknya akan dipasarkan menggunakan isotank. Pada tahap awal akan digunakan 700 isotank. Meskipun menggunakan teknologi dari luar, PT Kayan memastikan akan dilakukan transfer teknologi dan pada masa depan, infrastruktur ini akan dioperasikan oleh sumber daya manusia Indonesia. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya Miris! Gas RI Luber Sampai 20 Tahun ke Depan, Tapi LPG Impor wia
JAKARTA - Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, dan PT Pertagas Niaga PTGN selaku afiliasi PGN sepakat menandatangani Perjanjian Jual Beli LNG PJB LNG dengan PT Kayan LNG Nusantara. Dalam PJB LNG ini, PGN Grup membeli pasokan LNG sebesar 3-5 BBTUD untuk kebutuhan LNG Retail di wilayah Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur, dan diharapkan dapat mengoptimasi market LNG serta penggunaan gas bumi di daerah-daerah yang belum terjangkau infrastruktur pipa gas. Penandatanganan PJB LNG antara PGN Grup dengan PT Kayan LNG Nusantara dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, Direktur Utama PT Pertagas Niaga Aminuddin, dan Direktur Utama PT Kayan LNG Nusantara Antony Lesmana. “Alokasi LNG dari Kayan menjadi kick off pembelian LNG di PGN secara keseluruhan untuk mendukung bisnis niaga LNG. Di operasional dan sales, ada Pertagas Niaga dan PGN Gagas yang ditugaskan untuk menyalurkan LNG bagi kebutuhan domestik. Selain itu, PGN juga tengah membangun mini LNG liquiefaction di beberapa wilayah,” ujar Direktur Utama PGN, M Haryo Yunianto, Ahad 23/10/2022. Haryo melanjutkan, PGN dan Kayan akan menjalankan marketing bersama untuk tambahan alokasi LNG dari Kayan dan mengoptimasi kargo LNG portofolio untuk pasar international. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menambahkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Kalimantan dan Indonesia bagian timur memerlukan skema penyaluran beyond pipeline. Gas bumi akan disalurkan dengan moda transportasi non pipa karena belum terhubung dengan jaringan pipa gas. “PGN menginisiasi untuk pemanfaatan gas bumi yang berbentuk cair yaitu Liquefied Natural Gas LNG, agar bisa disalurkan ke pengguna akhir,” jelas Heru. PGN membutuhkan dukungan pasokan LNG, sehingga PGN mengajak badan usaha yang dapat menyediakan LNG, salah satunya PT Kayan LNG Nusantara. Penguasaan dalam pengelolaan market gas bumi, membuat PGN percaya diri untuk menggerakkan LNG retail. “Pengembangan LNG retail merupakan salah satu value creation PGN mulai tahun 2022. Kami memandang bahwa kebutuhan konversi energi ke gas bumi di wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur sangat besar, sehingga hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi PGN. Wilayah-wilayah yang sudah terjangkau LNG nantinya diharapkan bisa tumbuh. LNG dapat menjadi energi bagi industri, smelter, pembangkit listrik, hingga rumah tangga,” ujar Heru. Antony Lesmana selaku Direktur Utama PT Kayan LNG Nusantara menyampaikan bahwa Kayan selalu didorong untuk membangun pabrik mini LNG dengan memanfaatkan sumbar gas yang ada. “Dalam ekosistem ini, PGN merupakan bagian penting dan sebagai ankor customer. PJB LNG ini menjadi kolaborasi pertama untuk bisnis mini LNG dan market LNG cukup besar untuk dipasarkan bersama sehingga akan menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Antony. Heru menegaskan bahwa PGN siap untuk berinvestasi dalam pengembangan LNG retail dan terbuka untuk kerjasama dengan badan usaha lain untuk menyalurkan LNG sampai ke pengguna akhir agar percepatan bisnis LNG dapat terealisasi. Optimasi LNG retail juga menjadi salah satu cara PGN untuk mengisi transisi energi. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
pt kayan lng nusantara